Title of article
Sebaran Ikan Tuna Berdasarkan Suhu dan Kedalaman di Samudera Hindia
Author/Authors
Barata, Abram Loka Penelitian Perikanan Tuna, Indonesia , Novianto, Dian Loka Penelitian Perikanan Tuna, Indonesia , Bahtiar, Andi Loka Penelitian Perikanan Tuna, Indonesia
From page
165
To page
170
Abstract
Suhu dan kedalaman perairan memberikan pengaruh yang paling kuat dan utama terhadap penyebaran ikan tuna. Kenaikan suhu rata-rata global pada permukaan bumi turut mempengaruhi kenaikan suhu permukaan laut. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis sebaran ikan tuna berdasarkan suhu dan kedalaman penangkapan rawai tuna di Samudera Hindia. Penelitian dilakukan 9 trip observasi mulai Juni 2007 sampai Januari 2010. Hasil penelitian dengan menggunakan alat minilogger menunjukkan ikan tuna jenis yellowfin didominasi 80 % berukuran 100 cm tertangkap pada kedalaman 85,73-167,80 m dengan suhu 22,20- 26,40 °C, bigeye didominasi 60 % berukuran 100 cm tertangkap pada kedalaman 193,97-470,12 m dengan suhu 8,35-15,30 °C, albacore didominasi 64 % berukuran 100 cm pada kedalaman 85,73-124,74 m dengan suhu 21,41-26,40 °C dan bluefin berukuran 100 cm tertangkap pada kedalaman 190,15-194,21 m dengan suhu 14,99-15,12 °C. Suhu dan kedalaman sebaran tuna jenis yellowfin dan albacore memiliki kesamaan yaitu pada level lapisan permukaan, hal ini menunjukkan perairan tropis merupakan daerah yang cocok untuk menangkap yellowfin dan albacore di Samudera Hindia.
Keywords
Tuna , suhu dan kedalaman , rawai tuna , Samudera Hindia
Journal title
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences (IJMS)
Journal title
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences (IJMS)
Record number
2558613
Link To Document